Episode 1: Delman dan Sawah Berlumpur Matahari Tasikmalaya berdenyut terik di atas hamparan sawah yang hijau menguning. Di bawah langit yang bersih tanpa segaris awan pun, udara terasa pekat oleh aroma tanah basah dan jerami terbakar. Aam, yang baru berusia sepuluh tahun, menyeka keringat di dahinya dengan punggung tangan yang legam berlumur lumpur. Kaos oblongnya yang tipis dan kekuningan sudah basah kuyup. Di tangannya, sebuah ani-ani kecil—alat pengetam padi tradisional—tergenggam erat. Di dekatnya, Pak Karta, sang ayah, bergerak dengan ritme yang lambat namun pasti, memotong batang-batang padi yang merunduk. "Aam, istirahat dulu, Le," panggil Pak Karta, suaranya serak namun terdengar teduh. Beliau berjalan menuju saung kecil di sudut petakan sawah. Aam tersenyum, menancapkan kakinya yang bertelanjang di dalam lumpur sedalam mata kaki, lalu melangkah setengah berlari menuju saung. Perutnya sudah berbunyi sejak tadi. Di dalam saung, selembar daun pisang sudah tergelar, me...
Postingan
Menampilkan postingan dari Mei, 2026